Ilmuwan Temukan Rasa Keenam di Lidah Manusia

WASHINGTON – Para ilmuwan telah menemukan dasar rasa keenam, yang bisa dideteksi oleh lidah manusia yakni lemak.

Selama beberapa generasi, para ilmuwan berpikir bahwa lidah manusia hanya bisa mendeteksi empat dasar rasa, yaitu manis, asam, garam dan pahit. Kemudian gurih (umami) sebagai dasar rasa kelima telah ditemukan. Baru-baru ini peneliti juga telah mengidentifikasi rasa keenam yakni lemak.

Sebuah tim di Amerika Serikat telah menemukan sebuah reseptor kimia, dalam pengecap di lidah yang mengakui molekul lemak dan menemukan bahwa sensitivitas bervariasi antara individu. Temuan ini mungkin dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa orang mengkonsumsi lebih banyak makanan berlemak, karena mereka kurang menyadari rasa saat mereka makan.

Para peneliti berharap penemuan mereka dapat dimanfaatkan, untuk memerangi obesitas dengan meningkatkan sensitivitas masyarakat terhadap lemak dalam makanan mereka. Terlepas rasa dasar, aspek lain dari rasa makanan sebenarnya berasal dari bau dan yang terdeteksi di hidung.

Tim peneliti dari sekolah kedokteran di Wahington University, St Louis menunjukkan bahwa orang dengan lebih banyak reseptor yang disebut dengan CD36 lebih baik dalam mendeteksi kehadiran lemak dalam makanan. Mereka menemukan bahwa, variasi dalam gen yang menghasilkan CD36 membuat orang lebih atau kurang sensifit terhadap kehadiran lemak.

Mereka menemukan bahwa varisi dalam gen, yang menghasilkan CD36 membuat orang lebih atau kurang sensitif terhadap kehadiran lemak. “Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana persepsi lemak kita dalam makanan dapat mempengaruhi makanan apa yang kita makan dan kualitas lemak yang kita konsumsi,” ujar Profesor Nada Abumrad, pemimpin penelitian seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (17/1/2012).

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research, menemukan bahwa mereka yang dengan setengah dari CD36 delapan kali kurang sensitif terhadap kehadiran lemak.

Yanina Pepino, yang juga melakukan penelitian menambahkan, “Jika kita mengikuti hasil pada hewan, diet tinggi lemak akan mengakibatkan produksi CD36 berkurang, dan pada akhirnya bisa membuat orang kurang peka terhadap lemak.”

“Dari hasil penelitian ini, kita akan berpendapat bahwa orang dengan obesitas mungkin bisa mengurangi protein CD36. Jadi tampaknya logis bahwa, jumlah protein yang kita buat dapat dimodifikasi, baik oleh genetika seseorang dan oleh pola makanan yang mereka makan,” pungkasnya.
(tyo)

Pernapasan Bantuan Kini Tanpa “Ciuman”

Kompas.com – The British Heart Foundation, Yayasan Jantung Inggris, telah menetapkan standar baru pernapasan bantuan (Cardiopulmonary resuscitation/CPR). Dalam rekomendasi baru ini CPR dilakukan tanpa “ciuman” atau pernapasan bantuan dari mulut ke mulut, dan lebih difokuskan pada penekanan dada.

CPR dengan tangan saja ini dilakukan karena menurut polling mayoritas orang merasa tidak nyaman jika harus melakukan pernapasan bantuan dari mulut ke mulut. Jejak pendapat itu dilakukan di seluruh Inggris terhadap lebih dari 2.000 responden.

Selain karena khawatir tertular penyakit akibat memberi “ciuman” mayoritas responden mengatakan mereka tidak berani melakukan CPR karena tidak tahu cara melakukannya. Sekitar 4 dari 10 orang bahkan mengaku takut dituntut jika mereka melakukan CPR dengan salah.

Menurut Ellen Mason, perawat senior dari British Heart Foundation, pemberian napas dari mulut ke mulut sebenarnya merupakan baku emas untuk CPR, tetapi jika seseorang belum pernah dilatih melakukan CPR sebelumnya, yang terbaik memang penekanan pada dada saja.

Pernapasan buatan adalah teknik penyelamatan yang digunakan untuk kondisi gawat darurat, seperti serangan jantung atau hampir mati tenggelam di mana korban dalam keadaan tidak sadar dan pernapasan berhenti.

Pernapasan bantuan sebaiknya hanya dilakukan jika korban benar-benar tidak sadarkan diri dan tidak bernapas. Karena pemberian pernapasan bantuan kepada orang yang tidak memerlukannya bisa berbahaya.

Bila tidak yakin dengan tindakan CPR yang akan dilakukan, tindakan pertama adalah memanggil bantuan medis darurat.

Pemprov Tetapkan Jatim KLB Difteri

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyakit difteri yang menyerang sebagian besar anak-anak di Jatim.

“Kami menetapkan penyakit difteri sebagai kejadian luar biasa dan mengimbau agar masyarakat waspada serta dapat mencegah terjadinya bahaya difteri,” kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Jumat.

Sejak Januari hingga awal Oktober 2011, total yang meninggal dunia akibat difteri sebanyak 328 korban. Tentu saja hal ini membuat Pemprov Jatim tidak ingin main-main menanganinya dan mencegah kembali timbulnya korban jiwa.

Untuk mencegah merebaknya bahaya difteri, Pemprov Jatim akan melakukan vaksinasi mulai Senin (10/10) dan memberikan layanan kesehatan kepada pasien di seluruh pelosok Jatim.

Gubernur Jatim juga akan memanggil kepala dinas kesehatan Jatim dan semua kabupaten/kota serta masing-masing kepala rumah sakit yang tersebar di Jatim di kantor gubernur, Sabtu (8/10).

“Kami akan membahas dan memberikan upaya pencegahan semaksimal mungkin mengatasi tuntas penyakit bahaya penyakit difteri ini,” tukas pejabat yang akrab disapa Pak De Karwo tersebut.

Pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk mencegah dan menangani bahaya difteri. Soekarwo juga meminta maaf kepada warga Jatim akibat terjadi dan merebaknya penyakit difteri.

“Dana itu dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta dari pemerintah kabupaten/kota. Sebab semua harus bertanggung jawab dan berusaha agar wabah difteri tidak semakin menyebar,” papar pria yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim tersebut.

Kepala Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU dr Soetomo, dr Dominicus Husada SpA(K), mengatakan RSU dr Soetomo sejak Januari sampai sekarang sudah merawat inap 325 anak. Sedangkan 11 diantaranya meninggal dunia.

“Mayoritas pasien meninggal dunia karena mengalami gagal jantung akibat serangan racun yang dikeluarkan bakteri ‘Corynebacterium Diphtheriae‘. Karena menyerang jantung itulah, nyawa pasien tidak terselamatkan,” katanya.

Kelebihan Vitamin Diderita Peminum Suplemen

Kelebihan vitamin diperkirakan diderita oleh mereka yang mengonsumsi suplemen harian untuk meningkatkan asupan mineral dalam tubuh. Kelebihan “hal-hal” baik itu ternyata juga bisa meningkatkan risiko kesehatan.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, kebanyakan orang yang rutin mengonsumsi suplemen memiliki pola makan yang baik pula sehingga sebenarnya kebutuhan vitamin mereka sudah terpenuhi dari makanan yang diasup.

Pada beberapa kasus, orang yang rajin minum suplemen menderita kelebihan mineral, misalnya zat besi, yang di kemudian hari bisa memicu gangguan kesehatan.

“Sebaiknya pilih suplemen yang memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai melebihi kadar harian yang direkomendasikan,” kata Regan Bailey, peneliti nutrisi dari National Institute of Health yang melakukan riset ini.

Para ahli juga mengingatkan bahwa asupan vitamin dan mineral seharusnya berasal dari makanan yang diasup sehari-hari karena jika sampai berlebihan akan lebih mudah dibuang tubuh.

Bailey dan timnya melakukan survei pola makan untuk mengukur asupan mineral 8.860 pria dan wanita yang berpartisipasi dalam survei nasional di Amerika antara 2003-2006.

Para responden yang dilaporkan mengonsumsi suplemen harian yang mengandung 8 mineral penting—seperti kalsium, zat besi, magnesium, zinc, fosfor, potasium, selenium, dan tembaga—cenderung mendapatkan jumlah yang cukup dari makanan mereka. Hal ini terutama terjadi pada wanita.

Bailey menjelaskan, orang yang mengonsumsi suplemen cenderung makan lebih sehat dan memiliki gaya hidup yang baik.

Akan tetapi, secara umum, asupan kalsium para responden cenderung rendah, termasuk pada mereka yang minum suplemen mineral.

Rokok Bikin Mr.P Loyo

Kegemaran menyalakan rokok akan memadamkan gairah Anda di tempat tidur. Bahkan, saat ini merokok dipandang sebagai faktor utama dalam masalah ereksi dan dampaknya akan mulai terasa ketika usia Anda menginjak 40 tahun. Maka, jika Anda merokok, berhentilah.

Dampak dari berhenti merokok akan segera Anda rasakan. Hal itu sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat. Pria yang berhenti merokok memiliki kepuasan seksual yang lebih baik dibandingkan dengan pria yang pernah berhenti merokok tapi kembali pada kebiasaannya itu.

“Pada pria muda, efek dari merokok mungkin belum terasa sehingga mereka tak khawatir sampai akhirnya kehidupan seksual mereka terganggu,” kata Christopher Harte, yang penelitiannya dipublikasikan dalam British Journal of Urology International.

Dalam penelitiannya, Harte dan timnya merekrut 65 pria yang mengaku tidak menderita impotensi dalam 8 minggu setelah mengikuti program berhenti merokok. Penelitian dibagi dalam beberapa periode, yakni sebelum, saat program, dan setelah selesainya program berhenti merokok. Mereka diminta menonton tayangan film erotis di laboratorium.

Saat menonton tayangan film itu para pria diminta menilai seberapa besar rangsangan yang dirasakan dan kekerasan ereksi. Secara terpisah mereka juga mengisi survei mengenai fungsi seksual, termasuk pertanyaan tentang hasrat dan kepuasan seks.

Pada akhir penelitian, ada 20 pria yang berhenti merokok dan 45 pria meneruskan kebiasaannya.

Pria yang berhenti merokok diketahui memiliki kekerasan penis yang lebih baik, diukur dari lebarnya bukan panjangnya, dibandingkan dengan pria yang masih merokok. Dari penilaian yang mereka lakukan sendiri, pria yang meninggalkan rokok juga mengaku lebih cepat terangsang dibanding rekannya.

Akan tetapi, penelitian itu dilakukan dalam laboratorium. Para pria yang berhenti merokok itu mengaku tidak merasakan perubahan signifikan dalam “kehidupan nyata”.

“Mungkin diperlukan waktu agak lama bagi para pria untuk menyadari level perbedaan yang dirasakan di tempat tidur dengan pasangannya,” kata Harte.

Penelitian sebelumnya menunjukkan pria yang merokok dalam jangka waktu lama lebih rentan menderita impoten. Seperti diketahui rokok mempercepat pembentukan endapan-endapan dalam arteri jantung. Proses yang sama juga terjadi pada pembuluh darah yang memasok darah ke penis sehingga penis pun menjadi loyo.

Source: Kompas Health

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.